Anak merupakan dambaan setiap pasangan suami istri, karena anak dapat menjadi tumpuan kasih sayang serta harapan orang tua. Tetapi terkadang dapat terjadi setelah bertahun-tahun menjalani pernikahan, kehadiran seorang anak belum juga ada, baik karena adanya suatu penyakit ataupun sebab lain yang tidak diketahui. Kabar baiknya adalah dengan perkembangan teknologi kedokteran saat ini maka hal tersebut dapat diatasi, yaitu melalui teknologi inseminasi buatan ataupun program bayi tabung.
Program bayi tabung sendiri di Indonesia sebenarnya telah ada sejak tahun 1988, tetapi karena kurangnya informasi terhadap masyarakat, berakibat timbulnya anggapan bahwa di Indonesia belum mampu untuk menjalani program bayi tabung tersebut. Demikian dijelaskan oleh dr. Budi Wiweko, SpOG (K) saat berlangsung acara Peluncuran Klinik Yasmin Kencana di Wings International RSCM, Jakarta, pada hari Selasa, 13 April 2010.
Program bayi tabung sendiri di Indonesia sebenarnya telah ada sejak tahun 1988, tetapi karena kurangnya informasi terhadap masyarakat, berakibat timbulnya anggapan bahwa di Indonesia belum mampu untuk menjalani program bayi tabung tersebut. Demikian dijelaskan oleh dr. Budi Wiweko, SpOG (K) saat berlangsung acara Peluncuran Klinik Yasmin Kencana di Wings International RSCM, Jakarta, pada hari Selasa, 13 April 2010.
Ki-ka : dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K); dr. Budi Wiweko, SpOG (K); dr. Nadya; dr. Imam; dr. Kanadi Sumapraja SpOG, MSc; Moderator.
Di Indonesia saat ini diperkirakan terdapat 15 juta pasangan usia subur, dimana 12-15 % nya tidak dapat memperoleh keturunan atau dari 10 pasangan suami istri usia subur terdapat 1 pasangan yang tidak bisa memperoleh keturunan. Maka dari jumlah diatas kurang lebih saat ini terdapat sekitar 1,5-2 juta pasangan yang mengalami masalah kesuburan di Indonesia, meskipun tidak semua solusi bagi pasangan tersebut adalah dengan program bayi tabung.
